STIT Al Karimiyyah Kembangkan Kurikulum Perspektif KKNI

Stit Al Karimiyyah - 10 April 2016 M 15:21 WIB
STIT Al Karimiyyah Kembangkan Kurikulum Berbasis KKNI

Berdasarkan Peraturan Presiden (perpres) Nomor 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Permen Ristekdikti) Nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN DIKTI) dan Peraturan Menteri Agama (PMA) Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2016 Tentang ijazah, Transkrip akademik, dan surat keterangan Pendamping ijazah perguruan tinggi keagamaan. Maka, semua perguruan tinggi negeri ataupun swasta harus mengikuti dan menerapkan aturan tersebut.
Dalam rangka mewujudkan semua peraturan pemerintah tersebut, STIT Al Karimiyyah sudah melulai melakukan pengembangan kurikulum yang berdasarkan SN DIKTI berbasis KKNI. Perumusan Kurikulum berbasis KKNI, STIT Al Karimiyyah diawali dengan workshop KKNI hingga melakukan pembagian kerja di masing-masing Program Studi (Prodi).
Ketua STIT Al Karimiyyah, Syaiful Ala menjelaskan bahwa kurikulum berbasis KKNI pengembangnnya harus dilakukan ditingkat Prodi. Sementara institusi hanya mengawasi dan memberi masukan bagi prodi-prodi. Hal itu dilakukan karena yang paling mengetahui kondisi mahasiswa dan user lulusan adalah prodi.
Lebih lanjut Syaiful Ala merumuskan beberapa rencana aksi prodi dalam menyusun kurikulumnya, salah satunya adalah melakukan penelitian tentang kebutuhan masyarakat pengguna lulusan.
Sementara itu ketua Prodi PGMI, Shidqi Ahyani menyambut baik intruksi ketua tentang pengembangan kurikulum yang diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing prodi. Ini merupakan kebijakan yang sangat baik dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tandas Shidqi. Ditanya soal rencan Prodi PGMI, Shidqi menjelaskan akan segera membuat instrumen penelitian guna mengetahu kebutuhan masyarakat, user dan stakeholder.