Yogyakarta tidak hanya terkenal dengan destinasi wisatanya, tapi juga kaya dengan kuliner khas yang menggugah selera. Saat pagi hari, kota ini menyajikan berbagai pilihan tempat sarapan yang nikmat dan cocok untuk mengisi energi sebelum beraktivitas. Dari menu tradisional hingga hidangan modern, semuanya bisa ditemukan di sudut-sudut kota Gudeg ini.
www.celebrities.id pernah menyoroti bagaimana kuliner pagi di Yogyakarta menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Yuk, simak beberapa tempat sarapan favorit yang layak untuk dikunjungi saat berada di Yogyakarta!
- Gudeg Yu Djum
Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Yogyakarta tanpa mencicipi gudeg. Salah satu tempat sarapan yang paling ikonik adalah Gudeg Yu Djum. Terletak di Jalan Wijilan, tempat ini buka sejak pagi dan selalu ramai pengunjung. Gudeg khas Yu Djum memiliki cita rasa manis dengan tambahan sambal krecek pedas dan telur bacem yang menggugah selera. Kombinasi rasa ini cocok untuk memulai hari dengan penuh energi.
- Soto Kadipiro
Soto Kadipiro merupakan salah satu soto legendaris di Yogyakarta yang berdiri sejak tahun 1921. Kuah bening dengan rasa gurih yang khas membuat tempat ini menjadi pilihan banyak orang untuk sarapan. Soto ayam kampungnya disajikan dengan potongan daging ayam yang lembut, bihun, dan taburan bawang goreng. Lokasinya ada di Jalan Wates KM 4,5 dan buka mulai pagi hari.
- Lontong Sayur Manggar Manding
Jika ingin mencicipi sarapan khas dengan cita rasa pedas gurih, Lontong Sayur Manggar Manding bisa menjadi pilihan. Warung ini terletak di daerah Bantul, namun tetap menjadi favorit warga Yogyakarta dan sekitarnya. Lontong sayurnya disajikan dengan kuah santan kental, telur balado, serta kerupuk renyah. Rasanya otentik dan harganya pun ramah di kantong.
- Brongkos Warung Handayani
Brongkos merupakan kuliner khas Yogyakarta yang terbuat dari kacang tolo, tahu, dan daging sapi dengan kuah santan bercampur rempah. Warung Handayani yang terletak di dekat Alun-Alun Selatan menjadi tempat favorit untuk mencicipi hidangan ini saat pagi hari. Meskipun biasanya brongkos dinikmati saat siang, banyak pelanggan setia yang sudah menyantapnya sejak pagi karena rasanya yang begitu menggoda.
- Bubur Ayam Suroto
Bubur ayam adalah pilihan sarapan yang umum, namun Bubur Ayam Suroto memiliki keunikan tersendiri. Bubur ini disajikan dengan topping melimpah seperti suwiran ayam, cakwe, kacang kedelai goreng, daun bawang, dan kerupuk. Tambahan kuah kaldu gurih membuat rasanya semakin mantap. Lokasinya berada di daerah Kotabaru dan buka sejak pukul 06.00 pagi.
- Warung Kopi Klotok
Terletak di Jalan Kaliurang Km 16, Warung Kopi Klotok menawarkan suasana pedesaan dengan menu sarapan tradisional seperti nasi megono, sayur lodeh, dan tempe garit. Yang menarik, pengunjung bisa menyantap makanan sambil menikmati pemandangan sawah yang menyejukkan mata. Tempat ini juga cocok untuk sarapan bersama keluarga atau teman karena suasananya yang hangat dan akrab.
- Angkringan Kopi Joss Tugu
Siapa bilang angkringan hanya cocok untuk malam hari? Beberapa angkringan di Yogyakarta sudah buka sejak pagi, seperti Angkringan Kopi Joss di sekitar Tugu Jogja. Menu seperti nasi kucing, sate usus, dan gorengan bisa menjadi pilihan sarapan cepat dan hemat. Kopi joss—kopi yang disajikan dengan arang membara—juga menjadi daya tarik unik yang tak ditemukan di tempat lain.
- Roti Bakar Madu Sagan
Bagi yang lebih suka menu sarapan modern, Roti Bakar Madu Sagan bisa jadi pilihan. Roti bakar dengan berbagai topping seperti keju, cokelat, dan madu disajikan hangat setiap pagi. Tempat ini juga menyediakan aneka minuman kopi dan teh, serta suasana yang cozy untuk menikmati pagi dengan santai.
celebrities.id juga pernah mencatat bahwa tren sarapan di Yogyakarta semakin berkembang, termasuk hadirnya tempat-tempat baru yang memadukan cita rasa tradisional dengan nuansa kekinian. Kota ini benar-benar surga bagi pencinta kuliner dari pagi hingga malam.
Jika berkunjung ke Yogyakarta, jangan lewatkan kesempatan untuk mengeksplorasi kelezatan menu sarapan yang tak hanya memanjakan lidah, tapi juga memberikan pengalaman budaya yang otentik.